Sebanyak 50 desa dari 261 desa yang tersebar di 19 kecamatan, wilayah
Kabupaten Boyolali diberi tanda merah karena tingkat kemiskinannya
tinggi. Artinya, butuh intervensi kuat dari pemerintah untuk upaya
pengentasan kemiskinan warganya.
Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Boyolali, Hendrarto Setyo Wibowo,
mengatakan setiap kecamatan memiliki desa yang tingkat kemiskinan
warganya cukup tinggi. Terdapat desa-desa yang masuk prioritas pertama
dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Total ada 50 desa yang punya tanda
merah untuk tingkat kemiskinan,” ungkap Setyo kepada para wartawan,
Jumat (18/9).
Namun demikian, di Boyolali hanya ada empat
kecamatan yang diberi rambu-rambu warna kuning dan merah karena tingkat
kemiskinannya. Ada tiga kecamatan yang mendapat rambu warna kuning,
yaitu Selo, Juwangi dan Kemusu. Sedangkan yang mendapat tanda merah
yakni Kecamatan Wonosegoro. “Tanda kuning dan merah artinya wilayah itu
butuh intervensi kuat dari pemerintah untuk upaya-upaya pengentasan
kemiskinan,” kata Setyo.
Di empat kecamatan itu memang tidak
semua desa memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi. Prioritas
pengentasan kemiskinan sudah dipetakan ke sejumlah desa yang memiliki
jumlah rumah tangga miskin dan sangat miskin paling banyak. Seperti
Kecamatan Selo, prioritas hanya di Desa Jrakah dan Lencoh. Kemudian
Kecamatan Kemusu yakni Desa Kendel. Kecamatan Wonosegoro ada di Desa
Garangan, Banyusri, Bojong dan Repaking. Sedangkan di Kecamatan Juwangi
di Desa Krobokan dan Kalimati.
Menurut Setyo, Pemkab Boyolali
sudah mengupayakan beberapa langkah strategis untuk mengatasi
kemiskinan. Antara lain dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur
di kawasan tersebut, namun hasilnya dinilai belum maksimal. “Sebenarnya
kami sangat berharap besar dengan pembangunan infrastruktur untuk
membuka akses perekonomian dan investasi. Tetapi memang hasilnya belum
maksimal,” katanya.
Selain masalah infrastruktur, investasi di
Boyolali juga belum merata. Investasi di wilayah Boyolali utara dan Selo
juga masih sangat minim. Padahal investasi sangat diharapkan untuk
mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
Dikemukakan, memang
cukup sulit menarik investasi padat karya seperti pabrik garment dan
tekstil ke kawasan Boyolali utara. Meski infrastruktur sudah tersedia,
tapi di daerah tersebut rawan kekeringan.
Pihaknya kini juga
khawatir dengan kondisi makro nasional yang melemah. Melemahnya nilai
tukar rupiah terhadap dolar AS, dikhawatirkan berpotensi melemahnya daya
beli masyarakat dan angka kemiskian semakin bertambah.
Meski
demikian, Setyo menyebutkan, tingkat kemiskian di Kabupaten Boyolali
setiap tahun turun. Tahun 2011 tingkat kemiskian 14,97%. Kemudian tahun
2012 turun menjadi 13,88% dan 2013 turun lagi menjadi 13,27%. (MJ-07)
Ternyata Ini Penyeba 50 Desa Di Boyolali Dapat Tanda Merah
Oleh blogptc terbaik
Ditulis Oleh : blogptc terbaik ~ DosoGames
Anda sedang membaca artikel berjudul Ternyata Ini Penyeba 50 Desa Di Boyolali Dapat Tanda Merah yang ditulis oleh Kabar Populer Indonesia yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Kabar Populer Indonesia
Widget by : M2T2


0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.